Sudah seharusnya seorang mukmin berilmu dulu sebelum berkata dan beramal. Agar semuanya bernilai, tidak sia-sia. Ini prinsip.

View on Path

Ingin rasanya kubuang

Bismillaah..

Gadget, memang sudah menjadi tren saat ini, ga ada gadget ga gaul, kuper. Saya sudah hampir 3 tahun-an bergadget ria, dan sekarang saya benar-benar dititik ingin membuang gadget tapi klo dibuang kan mubazir, mending dijual aja uangnya lumayan bisa buat tambah2 lahiran nanti xixixi.

Sudah lama saya berfikir supaya tidak pegang gadget, tapi hati masih cari2 pembenaran, kan tergantung kitanya kalau kita bijak maka gadget ini akan menjadi positif. Tapi klo tidak bisa jadi api yang siap membakarmu. Daann saya masih berusaha menganggap saya masih lumayan bijak dalam penggunaan gadget ini.

Tapi ini sudah dititik saya sudah tidak tahan lagi, saya benar-benar ingin lepas dari gadget. Saya sudah lelah. Waktu saya yang bisa saya gunakan untuk hal produktif lainnya saya habiskan untuk bergadget ria, seharusnya saya bisa menambah hafalan saya, seharusnya saya bisa membaca buku2 syar’i saya yang sudah selemari. Tapi saya benar2 terlalaikan. Rupanya saya benar tidak bisa bijak terhap gadget ini.

Dan ada juga alasan lain seperti saya jadi kadang2 tidak Qona’ah terhadap nikmat yang Alloh berikan kepada saya. Contohnya : saya liat instagram, saya liat ada yang kuliah di luar negri, wisata kesini dan kesana, bisa nginap disana disini, bisa kuliner sesuka hati bahkan ke restoran bintang 5. Kadang terbesit dalam hati ‘ih enak banget yaaa jadi fulanah dan fulanah’ Astaghfirulloh semoga Alloh memaafkan saya T_T

Dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang membuat fisik dan hati saya sudah lelah terhadap gadget. Ya itu saya, mungkin memang saya tidak bisa bijak dan selalu diperbudak oleh gadget. Terkadang pernah saya cuekin anak saya hanya untuk membalas BBm teman yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk saya respon. Lagi-lagi semoga Alloh memaafkan saya.

Kalau dibilang nanti kuper, toh saya masih ada PC, saya masih bisa buka internet atau streaming kajian atau berita disana. Setidaknya klo di PC saya ga kuat lama2 duduk didepannya karena akan pusing dan pinggang saya akan sakit (sedang hamil). Klo main gadget sambil tidurpun jadi. Inilah perbedaan mencolok internet di PC dan di Gadget.

Lagipula saya in syaa Alloh akan mempunyai dua anak. Saya ingin fokus mendidik anak saya. Mengajarkan anak saya tauhid dan menghafal Al-Qur’an. Saya ingin fokus berbakti kepada suami saya dan jadi ibu yang baik bagi anak-anak saya nantinya. Semoga Alloh memudahkan dan mengokohkan niat saya.

Semoga ini yang terbaik dan semoga gadget saya cepat laku ๐Ÿ˜€

*Samsung Galaxy Wonder i8150 yang sudah 1,5thn saya pegang. Masih good banget… bagi yang baca dan minat PM saya saja yaaaa..

Comfort Zone

Bismillah..

Sudah hampir 4 tahun kami menikah, kami masih ‘numpang’ dirumah ortu saya. Kenapa pakai tanda kutip? karena saya juga masih bingung saya ini numpang apa engga :D. Rumah ortu saya itu ada 2, sebelahan, saya nempatin yang satunya. Kalo kata mereka sih ini memang buat saya, dan yang ditempatin sekarang sama ortu itu buat adek yang nomer 2, nah buat adek yang nomer 3 baru akan dibeli :D, masih bocahย  soalnya dia. Tapi kalau kata suami, sebelum ada hitam diatas putih kayak sertifikat ato balik nama gitu yaa kita ini namanya numpang.

Sesuai dengan judul, tinggal disini bener-bener comfort zone bagi saya. Why? deket ortu, klo ada barang-barang yang ga lengkap kayak panci dll bisa minjem, trus klo mau pergi-peri dan ga bisa bawa Qisthi bisa titip ke Oma-nya, trus sering kecipratan makanan haha Oma-nya Qisthi klo pulang dinas selalu bawa kresek yang isinya makanan :D, ga perlu bayar kontrakan, dan banyak teman-teman disini. Pokoknya bener2 comfort.

Nah dengan seabrek keuntungan itu, tentunya ada kerugiannya juga. Misalnya, saya jadi ga mandiri, soalnya gampang banget minta tolong, suami capek bolak-balik yaaa walau perjalanannya hanya 45 menit, suami ga bisa makan siang dirumah, klo nyampe rumah tu suami keliataaan banget capeknya dan masih banyak lagi.

Alhamdulillah, Qodarulloh, ada peraturan baru di Pemda tempat suami bekerja. Seluruh pejabat eselon 2 sampai eselon paling bawah harus tinggal di Sawahlunto (nama kota tempat suami bekerja). Awalnya saya agak gimanaa gitu denger peraturan ini, tapi dipikir-pikir klo ga kayak gini saya ga mandiri-mandiri nantinya. Mulailah pembicaraan-pembicaraan nyari kontrakan. Dan saya sudah mantap untuk moving from my comfort zone.

Jadi tertantang jauh dari ortu dan harus mengelola sepenuhnya sendiri. kayaknya seru deh :D. Semoga dapet kontrakan yang cocok, tetangganya, lingkungan bersih, deket masjid. doakan yaaaa

3,5 thn

Bismillaah

udah lamaaaa banget ga nyampah di rumahku ini hehe.. tiba-tiba sekarang pengen nulis lagi ๐Ÿ˜€

Ada sebuah atsar dari Umar bin khottob radhiallaahu anhu, lupa lafadz persisnya tapi intinya jika kita ingin mengetahui seseorang bermalam dan bersafarlah dengannya(sesama jenis yaa), kalau kita belum pernah melakukan itu dengan seseorang maka kita belum mengenalnya sama sekali. Karena dari bersafar dan bermalam dengannya akan tampaklah sikap aslinya.

Alhamdulillaah usia pernikahanku sudah 3,5thn. Kalau diibaratkan umur manusia ini masih dini banget. Tapi untuk hidup bersama ini waktu yang tidak singkat. Dalam sehari saja kita bermalam dengan seseorang kita bisa tau sifat aslinya, apalagi 3,5 tahun, borok-boroknya udah tau deh.

Tapi walaupun saya sudah tau hampir semua kekurangan dan kelemahan suami, sedikitpun saya tidak pernah menyesal menikah dengannya. Malah makin lama saya merasa tidak pantas mendampinginya. Kekurangan-kekurangannya teramat sangat bisa tertutupi oleh kebaikannya yang sangat luar biasa. Dan ini bukan hanya saya yang merasakan tapi ibunya, tetehnya, bapaknya, tetangga-tetangga dan teman kantornya juga semua merasa seperti itu.ย  He’s very kind person.

Semoga Allah selalu memberkahi pernikahan kami. Sampai ke Jannah nanti. Aamiin

Untuk yang sudah memilihku menjadi ibu dari anak-anaknya. Uhibbuka fillah my lovely husband. Barokalloohu fiik.

ย 

ย 

ย 

ย 

Issa, Engineer Cilik Perakit Senjata Mujahidin Suriah

Maa syaa Allooh.. T____T

Blog Abu Umamahโ„ข

Aleppo, Syria, di sebuah pabrik senjata milik Mujahidin. Muncul sesosok anak kecil yang dengan gagahnya menenteng sebuah rudal mortar. Sesekali ia menyeka wajahnya yang kotor belepotan oli mesin dengan bajunya. Tidak nampak raut muka kepayahan dan keluhan di wajahnya, namun sesekali ia menyembulkan senyum kecil di bibirnya.

Nama bocah itu Issa, berumur 10 tahun. Untuk usia sekecil dirinya, lazimnya kebanyakan masih menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan anak-anak kecil lainnya. Tapi berbeda dengan Issa, ia lebih memilih mendampingi sang ayah di pabrik tempat ia bekerja. Lalu, apakah aktivitasnya di sana juga masih tak jauh-jauh dari bermain? Oh, tidak. Jangan remehkan Issa kecil..

Issa justru menjadi engineer cilik perakit senjata berat Mujahidin Syria. Hebat bukan? Jelas itu bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat ia setiap harinya harus berurusan dengan berbagai jenis roket, rudal mortar, dan yang lebih besar lagi, senjata-senjata artilleri, dari yang ringan maupun yang berat.

Tapi bagi Issa kecil, hmm tidakโ€ฆ

Lihat pos aslinya 151 kata lagi

Syam

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :
ุทููˆุจูŽู‰ ู„ูู„ุดูŽู‘ุงู…ู ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูุฃูŽูŠูู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจูŽุงุณูุทูŽุฉูŒ ุฃูŽุฌู’ู†ูุญูŽุชูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง
โ€œKeberuntungan bagi penduduk Syam.โ€
Maka kami bertanya, โ€œKarena apa, wahai Rasulullah?โ€
Beliau menjawab,โ€Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam)โ€

HR at Tirmidzi. Lihat Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no 3095; ash-Shahihah, no. 503.

‘Pintar’

Bismillah

Ngomongin soal pintar biasanya keumuman masyarakat di Indonesia ini ga jauh-jauh dari jago matematika, fisika, jadi dokter, lancar ngomong bahasa inggris etc… bener ga?

hmmm dulupun saya pernah berpimiran seperti itu, jadinya terobsesilah masuk IPA dan ingin.masukย  sekolah tinggi yang ternama. Dulu juga sangat terkagum kagum dengan kakak kelas yang bisa sekolah diluar negri. Bisa ke berbagai negara. Tapi itu dulu.

Sekarang? Saya menempatkam kata pintar itu dalam kacamata islam. Orang yang paling pintar dimata saya sekarang adalah orang yang paling bertaqwa dan memegang teguh sunnah disaat yang lain tak menoleh kepada sunnah sama sekali.

Saya disini berteman dengan beberapa adek-adek yamg sudah menikah dan hanya lulusan SLTP. Tapi jujur yaaa saya sama sekali tidak menganggap mereka bodoh atau kurang berpendidikan. Karena mereka memiliki apa yang tidak dimiliki sebagian besar orang-orang dizaman ini yaitu Hidayah dan nikmat iman dan sunnah. Mungkin nama mereka tidak dikenal oleh penduduk dunia. Bahkan tidak dikenal di Kota kecil tempat saya tinggal. Tapi in syaa Alloh dan saya berharap namanya menggelegar di penduduk langit.

Apalah gunanya dipandang tinggi dan pintar oleh penduduk dunia yang hina dibandingkan dengan terkenal di Penduduk Langit. Sungguh ini tidak sebanding sama sekali. Dunia yang hina ini akan hancur seperti debu. Sementara negri akhirat kekal selama-lamanya.

Siapapun yang bertaqwa dan memegang sunnah dengan erat.. itulah orang paling pintar dan itulah kemenangan yang besar.